Usai Konser The Weeknd di Jakarta, Ini Fakta Menarik yang Mungkin Belum Banyak Diketahui

Konser The Weeknd di Jakarta akhirnya selesai digelar setelah berlangsung selama dua malam di Jakarta International Stadium (JIS), pada 26 dan 27 September 2026. Kehadiran penyanyi asal Kanada tersebut menjadi salah satu momen musik internasional yang paling menyita perhatian penggemar Indonesia pada September tahun ini.

Melalui After Hours Til Dawn Stadium Tour, The Weeknd membawa konsep pertunjukan berskala besar yang tidak hanya mengandalkan lagu-lagu populer. Tata panggung, visual, pencahayaan, kostum, koreografi, hingga berbagai elemen seni menjadi bagian penting dari pengalaman penonton.

Penampilan di Jakarta juga menjadi salah satu bagian dari babak terakhir tur tersebut. Sebelumnya, The Weeknd membuka rangkaian Asia dengan dua pertunjukan di Belluna Dome, Tokyo, pada 19 dan 20 September. Setelah Jakarta, tur berlanjut ke Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia.

Usai dua malam konser di Jakarta, ada sejumlah fakta menarik yang layak diketahui. Berikut rangkumannya.

1. Jakarta Menjadi Salah Satu Persinggahan Terakhir Tur Bersejarah

Konser The Weeknd di Jakarta bukan bagian awal dari perjalanan After Hours Til Dawn Stadium Tour. Sebaliknya, Jakarta masuk dalam rangkaian terakhir sebelum tur tersebut menyelesaikan perjalanan panjangnya.

Tur ini telah berlangsung sejak 2022 dan melewati berbagai kawasan dunia, termasuk Amerika Utara, Eropa, Inggris, Amerika Latin, dan Australia.

Pada 2025, tur tersebut dilaporkan telah melewati angka pendapatan global US$1 miliar. Dengan lebih dari 7,5 juta tiket terjual dari 153 pertunjukan, tur tersebut menjadi tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa oleh solois pria.

Artinya, penonton Indonesia mendapatkan kesempatan menyaksikan salah satu fase terakhir dari sebuah tur yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Jakarta menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang tersebut karena setelah Indonesia, The Weeknd masih dijadwalkan melanjutkan pertunjukan ke sejumlah kota Asia lainnya.

2. Konser Jakarta Berlangsung Selama Dua Malam

The Weeknd tampil di Jakarta International Stadium selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu, 26 September, dan Minggu, 27 September 2026.

Dua tanggal tersebut sebelumnya telah diumumkan sebagai bagian dari rangkaian Asia After Hours Til Dawn Stadium Tour.

Kehadiran dua malam pertunjukan memberikan kesempatan kepada lebih banyak penggemar untuk menyaksikan langsung penampilan Abel Tesfaye.

Konser hari kedua juga mendapat perhatian karena penonton datang dari berbagai daerah. ANTARA melaporkan adanya penggemar dari Surabaya dan Yogyakarta yang datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa konser artis internasional berskala besar tidak hanya menarik penonton dari kota tempat acara berlangsung.

3. Durasi Pertunjukan Sekitar Dua Jam

Salah satu fakta menarik dari konser The Weeknd di Jakarta adalah durasi pertunjukannya.

Pada hari pertama, data setlist mencatat The Weeknd mulai tampil sekitar pukul 20.55 dan pertunjukan berakhir sekitar 22.35, dengan durasi sekitar satu jam 40 menit berdasarkan data yang tercatat untuk pertunjukan tersebut.

Sementara itu, sejumlah penonton pada hari kedua menggambarkan pertunjukan berlangsung sekitar dua jam.

Bagi penonton, durasi bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Pergantian lagu, visual, tata cahaya, koreografi, dan produksi panggung membuat konser terasa seperti pertunjukan audiovisual yang dirancang secara menyeluruh.

4. Setlist Menggabungkan Banyak Era Musik The Weeknd

Jika melihat setlist konser Jakarta, salah satu hal yang menarik adalah banyaknya era musik The Weeknd yang muncul dalam satu pertunjukan.

Lagu-lagu dari album Hurry Up Tomorrow, Dawn FM, After Hours, Starboy, Beauty Behind the Madness, Kiss Land, hingga House of Balloons hadir dalam rangkaian pertunjukan.

Penonton tidak hanya diajak menikmati lagu-lagu terbaru.

Lagu seperti “Blinding Lights”, “Save Your Tears”, “The Hills”, “Starboy”, “Can’t Feel My Face”, “Die for You”, “Out of Time”, dan “Less Than Zero” juga menjadi bagian dari perjalanan musikal tersebut.

Hal ini membuat konser terasa seperti perjalanan panjang karier The Weeknd, bukan hanya promosi satu album tertentu.

5. “Blinding Lights” Tetap Menjadi Salah Satu Momen Penting

Nama The Weeknd tidak bisa dipisahkan dari “Blinding Lights”.

Lagu yang dirilis sebagai bagian dari era After Hours tersebut menjadi salah satu karya paling dikenal dalam katalog musiknya.

Dalam pertunjukan Jakarta, “Blinding Lights” muncul menjelang bagian akhir konser sebelum encore. Lagu tersebut kemudian disusul “Adaptation” dan sejumlah lagu pada bagian penutup.

Posisi lagu tersebut dalam pertunjukan membuatnya menjadi salah satu momen yang mudah dikenali oleh penonton, termasuk mereka yang tidak mengikuti seluruh perjalanan musik The Weeknd.

6. Patung Emas Setinggi Sekitar 12 Meter Menjadi Pusat Perhatian

Salah satu elemen visual paling mencolok dalam konser adalah patung raksasa berwarna emas.

Patung tersebut merupakan karya seniman Jepang Hajime Sorayama dan memiliki tinggi sekitar 12 meter atau 40 kaki.

Dalam pertunjukan, patung tersebut menjadi bagian dari desain panggung dan dilengkapi efek visual yang membuatnya semakin menonjol.

Okezone melaporkan patung tersebut memiliki desain bernuansa cyberpunk dan dilengkapi efek laser pada bagian mata.

Kehadiran patung tersebut bukan sekadar dekorasi. Elemen tersebut memperkuat karakter visual After Hours Til Dawn yang memang menggabungkan musik dengan pertunjukan visual berskala stadion.

7. Produksi Konser Membawa Sentuhan Seniman Jepang

Babak Asia dari tur The Weeknd juga memperlihatkan hubungan yang kuat dengan unsur seni Jepang.

Selain Hajime Sorayama, produksi tersebut melibatkan nama-nama Jepang lainnya.

Di Tokyo, The Weeknd menghadirkan berbagai elemen visual yang berkaitan dengan budaya pop Jepang. Bahkan, penampilannya di Jepang melibatkan kolaborasi dengan Yoko Takahashi dan elemen visual yang menggabungkan referensi dari Neon Genesis Evangelion serta NieR.

Sentuhan tersebut menjadi bagian dari karakter khusus pada babak Asia.

Karena itu, konser The Weeknd bukan hanya tentang menyanyikan lagu di atas panggung, tetapi juga bagaimana sebuah pertunjukan membangun identitas visual yang kuat.

8. Kostum Panggung Juga Menjadi Bagian dari Pertunjukan

Penampilan The Weeknd di Jakarta juga menarik perhatian dari sisi fashion.

Pada hari pertama, ia tampil dengan nuansa busana gelap yang sesuai dengan karakter visual pertunjukan. Salah satu elemen yang dikenakan adalah futuristic mask yang dirancang oleh desainer Jepang Yohji Yamamoto.

Kostum seperti ini memperlihatkan bagaimana musik, fashion, dan seni visual dapat menjadi satu kesatuan dalam sebuah konser stadion.

Bagi seorang artis dengan konsep visual yang kuat, pakaian bukan hanya pelengkap penampilan, tetapi ikut membangun karakter pertunjukan.

9. The Weeknd Membawakan Lagu dari Berbagai Periode Karier

Salah satu daya tarik terbesar konser Jakarta adalah cakupan katalog musiknya.

Penonton dapat mendengar lagu dari masa awal karier hingga karya yang lebih baru.

Dari “Wicked Games” dan “House of Balloons” yang berasal dari periode awal, kemudian “The Hills”, “Can’t Feel My Face”, “Starboy”, “After Hours”, “Blinding Lights”, hingga karya dari Dawn FM dan Hurry Up Tomorrow.

Setlist hari pertama mencatat lebih dari 40 nomor atau segmen lagu, termasuk beberapa lagu yang dibawakan secara singkat atau melalui transisi.

Format seperti ini memungkinkan konser menjadi semacam rangkuman perjalanan musikal The Weeknd selama bertahun-tahun.

10. “Moth to a Flame” Masuk Bagian Encore

Encore menjadi salah satu bagian yang ditunggu dalam konser musik.

Di Jakarta, salah satu lagu yang hadir pada bagian akhir adalah “Moth to a Flame”, karya kolaborasi The Weeknd dengan Swedish House Mafia.

Data setlist mencatat lagu tersebut sebagai bagian dari encore pada pertunjukan 26 September.

Lagu tersebut memberikan warna berbeda karena memiliki karakter elektronik yang kuat dan cukup cocok dengan atmosfer pertunjukan stadion.

Selain “Moth to a Flame”, bagian akhir juga menampilkan “House of Balloons”.

11. Penggemar Menyoroti Kemegahan Visual Konser

Setelah pertunjukan selesai, sejumlah penonton memberikan tanggapan positif mengenai produksi konser.

ANTARA melaporkan penonton menyoroti tata cahaya, konsep panggung, visual, serta penampilan yang berlangsung sepanjang pertunjukan. Ada pula penonton yang secara khusus menyebut “Moth to a Flame” dan “Less Than Zero” sebagai momen yang berkesan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa daya tarik konser tidak hanya berasal dari popularitas lagu.

Produksi visual menjadi bagian yang sama pentingnya dalam membangun pengalaman penonton.

12. Akses Keluar JIS Menjadi Catatan Setelah Konser

Di balik kemeriahan pertunjukan, ada pula persoalan yang menjadi perhatian setelah konser.

Sejumlah penonton menyoroti kepadatan arus keluar JIS dan akses menuju transportasi setelah pertunjukan selesai.

ANTARA melaporkan adanya keluhan mengenai kepadatan penonton ketika meninggalkan stadion serta kebutuhan terhadap integrasi transportasi umum yang lebih mudah dijangkau.

Catatan seperti ini menjadi penting karena konser berskala besar bukan hanya tentang pertunjukan di dalam stadion.

Pengalaman penonton juga mencakup bagaimana mereka datang ke lokasi, masuk ke venue, memperoleh fasilitas, kemudian meninggalkan area setelah konser berakhir.

13. Ada Catatan Teknis Selama Pertunjukan

Selain persoalan akses, terdapat pula catatan teknis dari penonton.

Salah seorang penonton yang diwawancarai ANTARA menyebut layar panggung sempat mengalami kendala atau mati di tengah pertunjukan.

Dalam konser dengan produksi visual sebesar After Hours Til Dawn, layar raksasa menjadi bagian penting dari pengalaman penonton.

Meski demikian, catatan tersebut tidak menghapus apresiasi penonton terhadap keseluruhan pertunjukan yang mereka saksikan.

14. Konser The Weeknd Juga Membawa Misi Sosial

Hal menarik lainnya dari After Hours Til Dawn adalah adanya unsur kegiatan sosial yang berjalan bersamaan dengan tur.

Tur 2026 melanjutkan kerja sama The Weeknd dengan Global Citizen serta United Nations World Food Programme atau WFP.

Menurut laporan mengenai tur tersebut, rangkaian 2026 telah mengumpulkan lebih dari US$2,2 juta untuk berbagai inisiatif kemanusiaan, termasuk dukungan terhadap pendidikan dan respons terhadap krisis kelaparan.

Dengan demikian, tur ini tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi melalui tiket dan industri pertunjukan, tetapi juga mempunyai komponen penggalangan dana untuk kegiatan sosial.

15. Setelah Jakarta, Perjalanan Tur Masih Berlanjut

Usai menyelesaikan dua malam di Jakarta, The Weeknd belum langsung mengakhiri After Hours Til Dawn Stadium Tour.

Rangkaian Asia masih berlanjut ke Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Kuala Lumpur. Jadwal yang diumumkan mencakup pertunjukan di National Stadium Singapura, Goyang Stadium Korea Selatan, Rajamangala Stadium Bangkok, Kai Tak Stadium Hong Kong, serta TM Stadium Nasional Kuala Lumpur.

Jakarta dengan demikian menjadi salah satu pemberhentian penting dalam perjalanan terakhir tur tersebut.

Jakarta Menjadi Bagian dari Cerita Besar After Hours Til Dawn

Konser The Weeknd di Jakarta pada akhirnya bukan sekadar acara musik selama dua malam.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang After Hours Til Dawn Stadium Tour yang telah menjangkau jutaan penonton di berbagai negara.

Mulai dari produksi panggung berukuran stadion, patung emas karya Hajime Sorayama, kostum bernuansa futuristik, setlist lintas era, hingga lagu-lagu populer seperti “Blinding Lights”, “Save Your Tears”, “The Hills”, dan “Die for You”, konser ini memperlihatkan bagaimana pertunjukan musik modern berkembang menjadi pengalaman audiovisual yang kompleks.

Di sisi lain, pengalaman penonton juga memberikan catatan mengenai akses transportasi dan sejumlah persoalan teknis di lokasi. Hal tersebut menjadi bagian penting dari evaluasi penyelenggaraan konser internasional berskala besar di Indonesia.

Bagi penggemar The Weeknd, dua malam di Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 menjadi kesempatan untuk menyaksikan langsung salah satu babak terakhir After Hours Til Dawn.

Sementara bagi industri hiburan Indonesia, kehadiran tur sebesar ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap konser internasional dan tantangan yang menyertainya.

Setelah Jakarta, perjalanan Abel Tesfaye masih berlanjut ke sejumlah kota Asia. Namun, bagi penggemar Indonesia, panggung JIS kini telah menjadi bagian dari cerita panjang salah satu tur stadion terbesar dalam karier The Weeknd.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top