Fenomena Buruk Kalangan Remaja Kecanduan Judi Online

remaja-kecanduan-judi-online

Fenomena pada era globalisasi mengakibatkan perubahan pola pikir kalangan remaja pada kehidupan sosial bermasyarakat. Seiring perkembangan zaman membuat kemajuan teknologi cenderung semakin canggih dengan kemunculan mesin judi slot online. Teknologi canggih mempermudah akses penyebaran judi online melalui konten media sosial yang tidak terkontrol oleh lembaga pemerintah khususnya kominfo dan KPAI. Perjudian online merupakan salah satu tindak krimininal yang dilarang oleh negara dan agama karena dapat menimbulkan dampak negatif merusak diri sendiri sampai keterlibatan orang lain. Belum ada pembuktian asli tentang seseorang yang berhasil kaya melalui jalur judi online, namun telah banyak kasus pelanggaran norma masyarakat akibat judi online. 

Perjudian adalah suatu tindakan mempertaruhkan uang atau sesuatu yang bernilai, pada suatu peristiwa dengan hasil yang tidak pasti dan bermaksud untuk memenangkan lebih banyak uang atau sesuatu yang bernilai daripada yang dipertaruhkan. Perkembangan informasi dan teknologi saat ini memudahkan berkembangnya bentuk-bentuk permainan perjudian seperti perjudian internet atau online, perjudian telepon seluler, dan perjudian telepon interaktif. Lingkungan dan gaya hidup cenderung menjadi motivasi utama masyarakat melakukan praktik perjudian. Dengan kemajuan teknologi dan segala kemudahan yang ditawarkan sebagai dampak dari kemajuan teknologi tersebut, masyarakat miskin akan lebih mudah terjerumus dalam penyimpangan bahkan melanggar hukum. Hasil observasi menunjukkan bahwa warung internet dan kedai kopi/tempat berkumpul merupakan tempat yang sering digunakan oleh sebagian masyarakat untuk berjudi secara online. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat memilih melakukan kegiatan yang dianggap menyimpang yaitu perjudian online karena kebutuhan finansial. memenuhinya dengan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Meskipun aktivitas perjudian online umumnya dianggap ilegal, namun para penjudi online ini memilih untuk mengabaikan norma hukum yang berlaku karena percaya bahwa keuntungan finansial dan kepuasan batin yang mereka peroleh memotivasi mereka untuk terus bermain.

Generasi remaja salah mengartikan kemajuan teknologi tanpa melihat potensi dampak negatif sehingga terlibat aktifitas judi online. Aktivitas judi online kian marak seiring munculnya inovasi baru berbentuk aplikasi demi mempertahankan eksistensi akses mudah walaupun telah dibatasi pemerintah. Menurut PPATK (Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan) , tercatat sekitar 157 juta transaksi judi online termasuk melibatkan kalangan remaja dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mulai dari 2017 hingga 2022. Dengan perkiraan total keuntungan mencapai 190 Triliun rupiah masuk ke dalam perusahaan ilegal akibat aktivitas judi online. KPAI harus segera kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberantas fenomena kecanduan yang mengakibatkan dampak buruk merusak masa depan kalangan pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *