Tahun 2025 menjadi era baru bagi dunia lifestyle di Indonesia. Generasi Z, yang dikenal sebagai kelompok paling dinamis dan tech-savvy, kini mulai meninggalkan aktivitas indoor serta hiburan digital yang monoton. Mereka berbondong-bondong kembali ke alam. Hiking, trekking, camping, hingga trail running menjadi bagian dari gaya hidup yang makin populer. Aktivitas yang dulu identik dengan komunitas pecinta alam kini berubah menjadi tren massal yang sedang naik daun.
Ada dua alasan utama yang membuat generasi Z begitu tertarik pada aktivitas outdoor. Pertama, kebutuhan untuk mencari keseimbangan antara dunia digital dan realitas alam. Kehidupan serba cepat, tekanan kerja dan akademik, serta paparan media sosial membuat anak muda lebih mudah mengalami kejenuhan mental. Kedua, aktivitas outdoor dianggap mampu meningkatkan citra diri dan memberikan pengalaman yang lebih bermakna. Alam bukan lagi sekadar destinasi liburan, tetapi juga tempat untuk “healing” dan menguatkan identitas diri.
Lonjakan Penjualan Perlengkapan Hiking Sepanjang 2025
Pergeseran gaya hidup ini membawa dampak besar bagi pasar perlengkapan outdoor. Sejak awal tahun, penjualan perlengkapan hiking meningkat tajam. Berbagai marketplace mencatat kenaikan permintaan untuk produk seperti:
-
Tas ransel gunung
-
Sepatu trekking
-
Jaket waterproof
-
Hammock dan tenda ringan
-
Tongkat trekking
-
Cooking set portable
-
Headlamp dan perlengkapan survival
Jika sebelumnya perlengkapan hiking dianggap sebagai kebutuhan khusus bagi pendaki berpengalaman, kini barang-barang tersebut telah menjadi item lifestyle. Banyak anak muda membeli perlengkapan meskipun belum memiliki rencana pendakian, sekadar ingin mengikuti tren atau menyesuaikan gaya berpakaian “gorpcore” yang sedang viral.
Tidak hanya brand besar, UMKM Indonesia yang memproduksi perlengkapan hiking juga ikut mendapatkan berkah. Produk-produk lokal semakin diminati karena kualitasnya membaik dan desainnya mengikuti selera anak muda. Harga yang lebih terjangkau dibanding produk impor membuat konsumen Gen Z semakin melirik brand dalam negeri.
Motivasi Gen Z dalam Menyukai Aktivitas Outdoor
1. Kebutuhan Healing dan Detoks Digital
Tingginya intensitas penggunaan smartphone membuat Gen Z lebih cepat merasa jenuh. Aktivitas outdoor memberikan ruang untuk melepaskan diri dari notifikasi dan tekanan digital. Mereka mencari ketenangan, udara segar, dan pengalaman yang lebih nyata.
2. Konten Media Sosial
Tak bisa dipungkiri, aktivitas outdoor menjadi konten yang sangat menarik untuk media sosial. Foto sunrise di puncak gunung, hamparan kabut, hingga momen mendirikan tenda memberikan nilai estetika yang tinggi. Tren “adventure content” membuat aktivitas hiking tidak hanya menjadi pengalaman pribadi, tetapi juga sarana untuk membangun citra digital.
3. Komunitas yang Solid
Komunitas pendaki kini makin besar dan aktif. Banyak Gen Z yang merasa menemukan “rumah kedua” di komunitas outdoor. Mereka belajar banyak hal seperti navigasi, survival, hingga etika menjaga alam.
4. Kesadaran Kesehatan yang Meningkat
Aktivitas fisik di alam terbuka dianggap lebih menyenangkan daripada olahraga di gym. Hiking menawarkan kombinasi olahraga, pemandangan indah, dan pengalaman baru.
Produk Outdoor yang Paling Dicari Gen Z di 2025
1. Gear Ringan dan Multifungsi
Gen Z lebih memilih perlengkapan yang ringan, compact, dan mudah dibawa. Tenda ultralight, ransel lipat, dan sepatu trekking berbahan breathable menjadi favorit.
2. Desain Stylish ala Gorpcore
Selain fungsi, gaya tetap menjadi pertimbangan utama. Mereka menyukai perlengkapan yang terlihat keren, minimalis, dan cocok untuk outfit harian.
3. Produk Ramah Lingkungan
Kesadaran akan sustainability membuat mereka tertarik pada produk berbahan daur ulang atau material yang lebih ramah lingkungan.
4. Aksesori Teknologi Outdoor
Seperti smartwatch hiking, GPS portable, solar charger, dan lampu LED hemat energi.
Peluang Besar bagi Brand Lokal dan UMKM Indonesia
Lonjakan minat outdoor menjadi momentum penting bagi industri lokal. Beberapa peluang yang sangat potensial antara lain:
1. Produksi Perlengkapan Hiking Lokal
UMKM bisa memproduksi sepatu trekking, jaket waterproof, gaiters, dan tas gunung dengan kualitas premium. Selama harga kompetitif dan desain menarik, Gen Z cenderung memilih produk lokal.
2. Paket Wisata Alam dan Open Trip
Banyak Gen Z suka traveling secara berkelompok. Open trip ke gunung, air terjun, atau jalur trekking menjadi bisnis yang sangat menjanjikan.
3. Konten Edukasi Outdoor
Peluang besar bagi content creator dan brand untuk membuat video edukasi tentang pendakian, pemilihan gear, dan keselamatan.
4. Jasa Persewaan Perlengkapan Outdoor
Bukan semua pendaki ingin membeli gear baru. Rental tenda, sleeping bag, carrier, hingga kompor portable banyak dicari pemula.
5. Fashion Outdoor Harian
Pakaian bernuansa outdoor kini menjadi bagian dari fashion streetwear. Tshirt dry-fit, celana cargo, dan jaket windbreaker semakin laku di pasaran.
Tantangan di Tengah Maraknya Tren Outdoor
Meskipun peluang besar terbuka, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi pelaku industri:
1. Persaingan Produk Impor Murah
Pasar dibanjiri produk luar negeri dengan harga rendah, sehingga brand lokal harus meningkatkan kualitas dan inovasi.
2. Standar Keamanan Perlengkapan
Produk outdoor harus aman dan tahan lama. Brand lokal harus konsisten dalam quality control agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.
3. Edukasi Konsumen
Ada banyak pendaki pemula yang belum paham cara memilih gear. Edukasi menjadi kunci untuk menghindari kesalahan pembelian.
4. Efek Ramai Pendakian terhadap Alam
Meningkatnya jumlah pendaki bisa memperburuk kondisi alam jika tidak diimbangi edukasi mengenai kebersihan dan etika pendakian.
Kesimpulan
Tahun 2025 menjadi momen penting bagi perkembangan tren outdoor di Indonesia. Generasi Z membawa warna baru dalam dunia pendakian dan wisata alam. Minat mereka terhadap hiking, camping, dan aktivitas petualangan berhasil mendorong peningkatan penjualan perlengkapan outdoor secara signifikan. Tidak hanya brand besar, UMKM dan produsen lokal juga mendapatkan panggung baru untuk berkembang.
Jika tren ini terus berlanjut, industri outdoor diprediksi akan menjadi salah satu sektor paling menjanjikan dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan inovasi, kualitas produk, dan edukasi kepada konsumen, brand lokal berpeluang besar menjadi raja di negeri sendiri.